Hidup Minimalis
(sumber: http://bumbu-rujak-buah-manis.blogspot.com)
HIDUP MINIMALIS, kalau mendengar tentang hidup minimalis ini pasti yang ada di pikiran kita adalah gaya hidup yang sedang trend yang berasal dari negara Jepang, punya barang dengan jumlah sedikit, mengurangi kwantitas barang dan hanya memiliki sedikit barang dengan kwalitas yang lebih baik dan lain sebagainya, aku juga kurang tau karena memang aku kurang pengetahuan tentang hal itu. hehehe... tapi kali ini aku cuma mau cerita tentang kehidupanku yang secara tidak langsung memang sudah sedari dulu menerapkan gaya hidup seperti ini tanpa aku sadari. Punya barang sedikit bagi sudah biasa, karena sejak kecil aku memang sudah terbiasa dengan memiliki barang dengan jumlah sedikit bahkan aku cuma punya satu. baju dan semua peralatan sekolah aku cuma punya satu. kotor, cuci, pake, kotor lagi cuci lagi, pake lagi. yaa untungnya kalo sekolah itu ada 5 seragam, baju putih, pramuka, olah raga, batik dan baju muslim. jadi bisa ganti-ganti. bagiku tidak masalah toh dipakenya juga cuma setengah hari ini. peralatan sekolah lainnya juga begitu, kotor cuci, kalo udah rusak banget (bisa berubah warna, kesempitan, atau sobek) baru diganti. semua itu berlangsung samapai aku SMA, kuliah, dan sekarang. disaat punya hape pun sama aku cuma punya satu hape yg penting sesuai dengan yang aku butuhkan, dan ya gak ganti2 kecuali rusak. jadi di lemari dan rumah itu memang tidak banyak barang. kalau sekarang orang-orang yang mempunyai barang banyak mulai sibuk mengurangi, memilah-milih dan menata barang mereka yang tidak terpakai dan menyingkirkannya, aku santai-santai saja. bahkan sampai dalam hal makan pun aku sudah terbiasa dengan makan seadanya. nasi putih + lauk/ sayur mayur dan sambel + air putih. tidak pernah lebih. tapi cukup, sehat, dan mengenyangkan. semuanya membuatku terbiasa bahkan sampai sekarang. tapi kadang-kadagn ada rasa atau keinginan untuk seperti orang-orang yang punya banyak barang jadi bisa ganti-ganti, makan dengan berbagai pilihan makanan. tapi ya apalah daya aku memang sudah terbias hidup dengan sesuai kemampuan. sekarang aku baru sadar, disaat orang lain sedang sibuk dengan gaya hidup minimalis aku sudah sedari dulu terbiasa dengan hidup seperti itu. Meski bisa dibilang sekarang aku bisa kalau mau punya barang lebih dari satu, makan dengan banyak menu, tapi tidak, aku sudah telanjur suka dengan gaya hidup sederhanaku ini, yg kalau sekarang orang bilang hidup minimalis. aku tidak perlu sibuk dengan barang-barang tidak berguna dan tidak terpakai yang berantakan. sekarang banyak juga yang membicarakan mengurangi makan dan minuman yang mahal-mahal untuk hanya sekedar memenuhi gaya hidup buakan kebutuhan hidup. aku terbiasa dengan membawa sendiri air putih dari rumah dimana saja aku makan, selain memang hemat ya yang pasti sehat. aku tidak perlu memasukkan gula dalam minumanku yg tentunya itu sangat berbahaya bila sering atau terus-menerus dilakukan. aku terbiasa menyeduh sendiri kopi dirumah sembari membaca buku atau menulis dibanding harus nongkrong di cafe menghabiskan waktu berjam-jam, untuk hal yang sebenarnya menurutku agak sia-sia. dan tentunya juga mahal. aku terbiasa memakai masker, atau mempecantik sendiri diriku dirumah dengan dengan caraku sendiri dibanding ke salon. bagiku aku hanya akan melakukan hal yang membuat aku bahagia, dan bagiku membeli barang yang aku butuhkan dan melakukan sesuatu yang memang sesuai kemapuanku itu adalah hal yang membahagiakan. yaa begitulah ada perumpamaan yang mengatakan "bisa karna emang aku terbiasa" dan itu benar sekali.
HIDUP MINIMALIS, kalau mendengar tentang hidup minimalis ini pasti yang ada di pikiran kita adalah gaya hidup yang sedang trend yang berasal dari negara Jepang, punya barang dengan jumlah sedikit, mengurangi kwantitas barang dan hanya memiliki sedikit barang dengan kwalitas yang lebih baik dan lain sebagainya, aku juga kurang tau karena memang aku kurang pengetahuan tentang hal itu. hehehe... tapi kali ini aku cuma mau cerita tentang kehidupanku yang secara tidak langsung memang sudah sedari dulu menerapkan gaya hidup seperti ini tanpa aku sadari. Punya barang sedikit bagi sudah biasa, karena sejak kecil aku memang sudah terbiasa dengan memiliki barang dengan jumlah sedikit bahkan aku cuma punya satu. baju dan semua peralatan sekolah aku cuma punya satu. kotor, cuci, pake, kotor lagi cuci lagi, pake lagi. yaa untungnya kalo sekolah itu ada 5 seragam, baju putih, pramuka, olah raga, batik dan baju muslim. jadi bisa ganti-ganti. bagiku tidak masalah toh dipakenya juga cuma setengah hari ini. peralatan sekolah lainnya juga begitu, kotor cuci, kalo udah rusak banget (bisa berubah warna, kesempitan, atau sobek) baru diganti. semua itu berlangsung samapai aku SMA, kuliah, dan sekarang. disaat punya hape pun sama aku cuma punya satu hape yg penting sesuai dengan yang aku butuhkan, dan ya gak ganti2 kecuali rusak. jadi di lemari dan rumah itu memang tidak banyak barang. kalau sekarang orang-orang yang mempunyai barang banyak mulai sibuk mengurangi, memilah-milih dan menata barang mereka yang tidak terpakai dan menyingkirkannya, aku santai-santai saja. bahkan sampai dalam hal makan pun aku sudah terbiasa dengan makan seadanya. nasi putih + lauk/ sayur mayur dan sambel + air putih. tidak pernah lebih. tapi cukup, sehat, dan mengenyangkan. semuanya membuatku terbiasa bahkan sampai sekarang. tapi kadang-kadagn ada rasa atau keinginan untuk seperti orang-orang yang punya banyak barang jadi bisa ganti-ganti, makan dengan berbagai pilihan makanan. tapi ya apalah daya aku memang sudah terbias hidup dengan sesuai kemampuan. sekarang aku baru sadar, disaat orang lain sedang sibuk dengan gaya hidup minimalis aku sudah sedari dulu terbiasa dengan hidup seperti itu. Meski bisa dibilang sekarang aku bisa kalau mau punya barang lebih dari satu, makan dengan banyak menu, tapi tidak, aku sudah telanjur suka dengan gaya hidup sederhanaku ini, yg kalau sekarang orang bilang hidup minimalis. aku tidak perlu sibuk dengan barang-barang tidak berguna dan tidak terpakai yang berantakan. sekarang banyak juga yang membicarakan mengurangi makan dan minuman yang mahal-mahal untuk hanya sekedar memenuhi gaya hidup buakan kebutuhan hidup. aku terbiasa dengan membawa sendiri air putih dari rumah dimana saja aku makan, selain memang hemat ya yang pasti sehat. aku tidak perlu memasukkan gula dalam minumanku yg tentunya itu sangat berbahaya bila sering atau terus-menerus dilakukan. aku terbiasa menyeduh sendiri kopi dirumah sembari membaca buku atau menulis dibanding harus nongkrong di cafe menghabiskan waktu berjam-jam, untuk hal yang sebenarnya menurutku agak sia-sia. dan tentunya juga mahal. aku terbiasa memakai masker, atau mempecantik sendiri diriku dirumah dengan dengan caraku sendiri dibanding ke salon. bagiku aku hanya akan melakukan hal yang membuat aku bahagia, dan bagiku membeli barang yang aku butuhkan dan melakukan sesuatu yang memang sesuai kemapuanku itu adalah hal yang membahagiakan. yaa begitulah ada perumpamaan yang mengatakan "bisa karna emang aku terbiasa" dan itu benar sekali.
nah untuk teman-teman yang mau mulai gaya hidup minimalis ini, mungkin bisa mencoba sedikit tips dari kebiasaan ini..
1) Pilih barang mana yang sudah lebih dari 3 bulan tidak terpakai,
Aayo dikeluarkan. dan mulai tata yang rapi ya pakean-pakeannya. sepatu juga sama, untuk apa menumpuk-numpuk barang tersebut toh hanya akan membuatmu bingung nanti kalo mau pergi-pergi. memakan waktu dandanmu juga sih.
(sumber :http://arafuru.com/)
(sumber :http://arafuru.com/)
Berbelanja hanya karena menurutmu barang itu lucu, suka warnanya, atau karna kebutulan sedang turun harga. jangan, mulai sekarang singkirkan kebiasaan buruk itu. okee... nanti juga barang tersebut cuma ditaro-taro aja di ruanganmu, kan sayang, mubadzir juga loh.
Buat kamu yang suka nongkrong-nongkrong sama teman-teman, dan merasa malu kalo di ajak ongkrong tidak mau, takut di bilang gak gaul atau apapun itu hayuu sedikit-sedikit dikurangi, ajak aja teman-teman nongkrong dirumah dengan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat dan produktif. ajak teman-teman sama-sama menuju hidup lebih baik. 😃
Ayoo hidup lebih sehat dengan banyak minum air putih, yang bisa dimulai dengan membawa minum sendiri dari rumah, terbiasa berolah raga sendiri dirumah, atau ikut lari pagi di CFD atau sekitar rumah, ayoo biasakan makan sayuran sehat, kurangi makan jungfood, geprek-geprek dengan penuh sambel-sambel dan semua pemicu kolesterol.
heheh udah segitu aja dulu deh, terimakasih sudah membaca, maaf bila kurang menarik dan kurang bermanfaat, maaf juga tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun atau mengatakan pihak manapun. ini hanya sekedar bercerita tentang hidupku. kalau ada yang tidak setuju tidak apa-apa. hidup itu pilihan. bukankah perbedaan itu indah. jangan lupa tersenyum, bersyukur dan bahagia.





Komentar
Posting Komentar